TUGAS 3 STUDI KELAYAKAN BISNIS
TUGAS TUTORIAL KE- 3 PROGRAM STUDI MANAJEMEN Nama Mata Kuliah: Studi Kelayakan Bisnis Kode Mata Kuliah: EKMA4213 Jumlah sks: 3 Nama Pengembang: Yasir M.
- Kategori
- TUGAS TUTON
- Kode dokumen
- J21-21D47EEE
- Format
- DOCX
- Jumlah halaman
- 5
- Tahun
- 2026
Isi dokumen
TUGAS TUTORIAL KE- 3 PROGRAM STUDI MANAJEMEN Nama Mata Kuliah: Studi Kelayakan Bisnis Kode Mata Kuliah: EKMA4213 Jumlah sks: 3 Nama Pengembang: Yasir M. Pidu, SE., MM. Nama Penelaah: Olivia Idrus, SE.,M. Sc Status Pengembangan: Baru/ Revis i* ( coret yang tidak sesuai ) Tahun Pengembangan: 2026 Edisi Ke-: 3 No Tugas Tutorial Skor Maksimal Sumber Tugas Tutorial 1 PT Maju Infrastruktur berencana membangun pabrik pengolahan hasil pertanian di sebuah daerah yang sedang berkembang. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal, membuka lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, dalam tahap perencanaan, perusahaan menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, koordinasi antarbagian yang kurang efektif, ketidakjelasan pembagian tugas, serta risiko keterlambatan penyelesaian proyek. Pihak manajemen menyadari bahwa keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada ketersediaan dana dan teknologi, tetapi juga pada kemampuan manajemen dalam merencanakan, mengorganisasi, dan mengendalikan seluruh aktivitas proyek. Oleh karena itu, sebelum proyek dilaksanakan, perusahaan perlu memilih pendekatan perencanaan yang tepat dan menyusun langkah-langkah pelaksanaan proyek secara sistematis untuk meminimalkan risiko kegagalan. Berdasarkan kasus di atas, j elaskan penyebab kegagalan suatu proyek dilihat dari aspek manamen dan cara mengaasinya? 35 Modul 7, kegiatan belajar 1 2 Dalam menyusun rencana proyek, terdapat beberapa 35 Modul 7, kegiatan
pendekatan yang dapat digunakan dalam proses perencanaan. Jelaskan pendekatan-pendekatan tersebut. Menurut Anda, pendekatan manakah yang paling tepat diterapkan pada kasus di atas? Berikan alasan yang mendukung pendapat Anda. belajar 1 3 Dalam merancang pelaksanaan proyek, terdapat dua langkah utama yang perlu dilakukan . Jelaskan kedua langkah tersebut serta bagaimana penerapannya pada proyek pembangunan pabrik pengolahan hasil pertanian tersebut. 30 Modul 7, kegiatan belajar 2 JAWABAN SOAL 1 Keberhasilan suatu proyek tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal atau kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya yang dimiliki. Berdasarkan kasus PT Maju Infrastruktur, penyebab kegagalan proyek dari aspek manajemen dapat terjadi karena perencanaan yang kurang matang, pembagian tugas yang tidak jelas, lemahnya koordinasi, serta keterbatasan tenaga kerja yang mempunyai kemampuan sesuai kebutuhan proyek. Selain itu, kegagalan juga dapat disebabkan oleh pimpinan yang kurang memahami tanggung jawabnya, tidak adanya pendelegasian wewenang, kurangnya pengalaman manajerial, serta lemahnya pengawasan biaya dan waktu. Apabila masalah tersebut dibiarkan, pembangunan pabrik dapat mengalami keterlambatan, pembengkakan anggaran, bahkan tidak mampu beroperasi sesuai target. Hal ini sejalan dengan pembahasan aspek manajemen dalam BMP Studi Kelayakan Bisnis Universitas Terbuka (Yuliati & Tamjuddin, 2022). Untuk mengatasinya, PT Maju Infrastruktur perlu membentuk tim pengelola proyek dengan struktur organisasi dan pembagian tanggung jawab yang jelas. Perusahaan juga perlu memilih tenaga kerja yang kompeten, memberikan pelatihan apabila diperlukan, serta mengadakan rapat koordinasi secara berkala. Setiap kegiatan harus memiliki target waktu dan anggaran yang dapat diukur. Pengawasan dilakukan melalui laporan kemajuan pekerjaan, evaluasi penggunaan biaya, dan pemeriksaan kendala di lapangan. Dengan pengelolaan tersebut, perusahaan dapat mengetahui masalah sejak awal dan segera mengambil tindakan perbaikan. Jadi, hal terpenting bukan sekadar menyelesaikan pembangunan
pabrik, melainkan memastikan bahwa seluruh pekerjaan berjalan terarah, efisien, dan sesuai dengan tujuan investasi. SOAL 2 Dalam manajemen proyek, terdapat empat pendekatan yang dapat digunakan dalam menyusun perencanaan, yaitu: Pertama, pendekatan atas-bawah (top-down). Perencanaan disusun oleh pimpinan perusahaan, sedangkan bagian di bawahnya bertugas melaksanakan keputusan tersebut. Kelebihannya adalah arah pekerjaan lebih jelas, tetapi pendekatan ini kurang memberikan kesempatan kepada pelaksana untuk menyampaikan kondisi sebenarnya di lapangan. Kedua, pendekatan bawah-atas (bottom-up). Perencanaan disusun dengan melibatkan unit atau bagian pelaksana berdasarkan arahan dan tujuan yang telah ditetapkan pimpinan. Pendekatan ini dapat menghasilkan rencana yang lebih sesuai dengan kondisi lapangan karena mempertimbangkan masukan dari pihak yang menjalankan pekerjaan. Ketiga, pendekatan campuran. Pendekatan ini menggabungkan arahan pimpinan dengan masukan dari bagian pelaksana. Manajemen menentukan tujuan, kebijakan, dan batasan anggaran, sedangkan masing-masing bagian menyusun rincian kegiatan sesuai bidang keahliannya. Keempat, pendekatan kelompok. Perencanaan dibuat oleh sekelompok tenaga ahli atau tim khusus yang bertugas menganalisis kebutuhan dan menyusun rencana proyek. Pendekatan ini cocok digunakan ketika proyek memerlukan pertimbangan teknis dari berbagai bidang. Berdasarkan kondisi PT Maju Infrastruktur, pendekatan campuran merupakan pilihan yang paling tepat . Alasannya, pembangunan pabrik membutuhkan keputusan strategis dari pimpinan sekaligus informasi teknis dari bagian produksi, keuangan, pengadaan, dan sumber daya manusia. Misalnya, pimpinan menetapkan target penyelesaian pembangunan dan batas anggaran, sedangkan tim teknis menentukan kebutuhan mesin, tenaga kerja, dan urutan pekerjaan yang realistis. Melalui pendekatan campuran, koordinasi antarbagian dapat diperbaiki karena setiap bagian ikut terlibat dalam perencanaan. Perusahaan juga dapat mengurangi risiko keputusan yang tidak sesuai dengan keadaan lapangan. Pendekatan ini sejalan dengan pentingnya keterpaduan aspek organisasi, manajemen, dan teknis dalam studi kelayakan bisnis sebagaimana dibahas oleh Putri dan Putera (2022).
SOAL 3 Dalam merancang pelaksanaan proyek, terdapat dua langkah utama yang perlu dilakukan, yaitu membagi proyek menjadi beberapa kegiatan dan menentukan jadwal pelaksanaan setiap kegiatan tersebut. Langkah pertama adalah membagi proyek ke dalam berbagai kegiatan. Tujuannya agar pekerjaan yang besar dapat diuraikan menjadi bagian-bagian yang lebih mudah dikelola dan diawasi. Pada proyek PT Maju Infrastruktur, kegiatan dapat dibagi menjadi persiapan lahan, pengurusan perizinan, perancangan bangunan, pembangunan fasilitas pabrik, pengadaan mesin, pemasangan peralatan, perekrutan tenaga kerja, dan pengujian produksi. Setiap kegiatan harus memiliki penanggung jawab, kebutuhan anggaran, serta sumber daya yang jelas. Langkah kedua adalah menentukan jadwal kegiatan sampai proyek siap beroperasi secara komersial. Setelah seluruh pekerjaan diidentifikasi, perusahaan perlu menetapkan urutan pelaksanaan, perkiraan waktu penyelesaian, dan hubungan antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya. Misalnya, pemasangan mesin baru dapat dilakukan setelah bagian bangunan yang diperlukan siap, sedangkan uji coba produksi dilakukan setelah mesin terpasang dan tenaga kerja memperoleh pelatihan. Untuk mempermudah pengawasan jadwal, perusahaan dapat menggunakan bagan Gantt yang menunjukkan waktu pelaksanaan setiap pekerjaan. Perusahaan juga dapat menggunakan metode PERT atau CPM untuk mengetahui hubungan antarpekerjaan dan menentukan kegiatan yang berpengaruh langsung terhadap waktu penyelesaian proyek. Melalui kedua langkah tersebut, PT Maju Infrastruktur dapat menyusun pekerjaan secara lebih teratur, menghindari tumpang tindih kegiatan, dan mengantisipasi keterlambatan. Dengan demikian, pabrik pengolahan hasil pertanian diharapkan dapat selesai sesuai rencana dan mulai beroperasi dengan kesiapan fasilitas maupun tenaga kerja yang memadai (Yuliati & Tamjuddin, 2022). SUMBER Husnan, S., & Muhammad, S. (2020). Studi kelayakan proyek bisnis (Edisi ke-5). UPP STIM YKPN. Putri, N. T., & Putera, A. N. (2022). Studi kelayakan bisnis praktis: Konsep dan aplikasi . Andalas University Press.
Yuliati, S. H., & Tamjuddin. (2022). Studi kelayakan bisnis (Edisi ke-3, BMP EKMA4311, Modul 7). Universitas Terbuka.
Referensi terkait
TUGAS 3 AUDIT FORENSIK
0 UNIVERSITAS TERBUKA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS Program Studi Akuntansi Keuangan Publik RENCANA TUGAS MAHASISWA KE: 3 Kode Mata Kuliah EPFA4336 Nama Mata…
- Kategori
- TUGAS TUTON
- Kode dokumen
- J21-C7D1BF7B
TUGAS 3 – PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
TUGAS 3 – PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN POLITIK DALAM PANDANGAN IMAN KRISTEN Shalom mahasiswa/i Universitas Terbuka, Pada sesi ketujuh ini Anda diminta mengerjakan…
- Kategori
- TUGAS TUTON
- Kode dokumen
- J21-90BDBBE7
TUGAS 3 Teknologi Kinerja
TUGAS TUTORIAL Mata kuliah: SPTP4407/Teknologi Kinerja Program Studi: S-1 Teknologi Pendidikan Tugas ke: 3 (Tiga) Petunjuk: Kerjakanlah tugas berikut dalam…
- Kategori
- TUGAS TUTON
- Kode dokumen
- J21-630DF399
TUGAS 3 SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN ORGANISASI
TUGAS KE 3 PROGRAM STUDI AKUNTANSI Nama Kursus: Sistem Pengendalian Manajemen Kode Kursus: EPFA4328 Jumlah SKS: 3 (Tiga) SKS Nama Pengembang: Yudhi Prasetiyo…
- Kategori
- TUGAS TUTON
- Kode dokumen
- J21-278D4874