TUGAS 3 PERILAKU ORGANISASI EMBS

LEMBAR SOAL TUGAS TUTORIAL III Fakultas: Fakultas Ekonomi Kode MK & Nomor Modul Nomor KB Program Studi: Manajemen.

Kategori
TUGAS TUTON
Kode dokumen
J21-41286788
Format
DOCX
Jumlah halaman
5
Tahun
2026

Isi dokumen

LEMBAR SOAL TUGAS TUTORIAL III Fakultas: Fakultas Ekonomi Kode MK & Nomor Modul Nomor KB Program Studi: Manajemen. Kode /Nama MK: EMBS4207/Perilaku Organisasi EMBS4207 Modul 6, 7,8 & 9 Kb. 1 KB. 2 Penulis Soal/Institusi: Ajen Mukarom, S. E.,M. Si./Institut Pertanian Bogor Penelaah Soal/Institusi: Nenah Sunarsih, S. E., M. Si /UT Tahun Penulisan: 2026 Butir Soal No.: Skor Maks.: 100 Capaian Pembelajaran: Mahasiswa mampu konsep komunikasi, konflik, dan negosiasi dalam membangun hubungan kerja yang efektif serta menyelesaikan permasalahan organisasi secara konstruktif. Menganalisa dan mengaplikasikan konsep kepemimpinan dan kekuasaan dalam memengaruhi perilaku individu dan kelompok guna mencapai tujuan organisasi secara efektif. Mahasiswa mampu Menganalisis Proses Organisasi: Struktur dan Budaya Organisasi serta Perilaku Organisasi Lintas Budaya Indikator:

1. Menganalisis efektivitas komunikasi, penyebab konflik, dan proses negosiasi dalam suatu kasus organisasi serta memberikan solusi berdasarkan konsep perilaku organisasi.

2. Menganalisis efektivitas gaya kepemimpinan dan penggunaan kekuasaan dalam memengaruhi perilaku individu dan tim serta memberikan rekomendasi strategi kepemimpinan yang tepat.

3. Menganalisis kesesuaian struktur organisasi dan budaya organisasi terhadap permasalahan yang dihadapi organisasi serta memberikan rekomendasi perbaikan.

4. Menganalisis dampak perbedaan budaya masyarakat dan budaya lintas negara terhadap perilaku individu maupun tim dalam organisasi serta merumuskan strategi pengelolaan organisasi lintas budaya yang efektif.
Studi Kasus: Transformasi Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Boeing (2025) Pada tahun 2025, Boeing melanjutkan transformasi organisasi setelah menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi reputasi perusahaan, mulai dari persoalan kualitas produksi, keselamatan penerbangan, hingga menurunnya kepercayaan publik. Di bawah kepemimpinan CEO baru, Boeing melakukan berbagai perubahan, antara lain memperbaiki sistem komunikasi internal, memperkuat budaya keselamatan ( safety culture ), melakukan restrukturisasi organisasi, meningkatkan koordinasi antarunit bisnis, serta memperkuat kolaborasi dengan regulator, pemasok, dan maskapai penerbangan di berbagai negara. Perubahan tersebut tidak berjalan tanpa hambatan. Sebagian karyawan mengalami kesulitan beradaptasi dengan budaya kerja baru, muncul perbedaan persepsi antara manajemen dan karyawan mengenai prioritas perubahan, serta terjadi tantangan komunikasi dalam organisasi yang memiliki ribuan karyawan dengan latar belakang budaya yang beragam. Selain itu, Boeing harus membangun kembali kepercayaan para pemangku kepentingan global melalui kepemimpinan yang transparan, pengambilan keputusan yang akuntabel, dan penguatan budaya organisasi yang mengutamakan keselamatan serta kualitas produk. Sebagai seorang konsultan perilaku organisasi, Anda diminta menganalisis kasus tersebut berdasarkan konsep komunikasi, konflik, kepemimpinan, struktur organisasi, budaya organisasi, dan perilaku organisasi lintas budaya. Pertanyaan:

1. Analisislah efektivitas komunikasi organisasi pada kasus Boeing serta identifikasi faktor- faktor yang menyebabkan munculnya konflik selama proses transformasi organisasi. Selanjutnya, rekomendasikan strategi komunikasi dan negosiasi yang tepat agar perubahan organisasi dapat berjalan secara efektif! (Bobot: 25 poin)

2. Analisislah gaya kepemimpinan yang paling tepat diterapkan oleh CEO Boeing dalam memimpin transformasi organisasi. Jelaskan pula bagaimana penggunaan kekuasaan yang tepat dapat meningkatkan komitmen dan kepercayaan karyawan terhadap perubahan organisasi! (Bobot: 25 poin)

3. Analisislah bagaimana struktur organisasi dan budaya organisasi memengaruhi keberhasilan transformasi Boeing. Berikan rekomendasi perbaikan berdasarkan konsep perilaku organisasi! (Bobot: 25 poin)

4. Boeing beroperasi di berbagai negara dengan tenaga kerja dan mitra bisnis yang berasal dari beragam budaya. Analisislah pengaruh budaya masyarakat dan budaya lintas negara terhadap keberhasilan transformasi organisasi Boeing. Berikan rekomendasi strategi pengelolaan organisasi lintas budaya yang efektif! (Bobot: 25 poin) JAWAB SOAL 1 Komunikasi organisasi di Boeing selama proses transformasi menunjukkan adanya upaya perbaikan, tetapi efektivitasnya masih perlu terus ditingkatkan. Perubahan kebijakan yang dilakukan manajemen tidak selalu mudah diterima oleh seluruh karyawan, terutama karena adanya perbedaan pemahaman mengenai prioritas keselamatan, kualitas produksi, dan pencapaian target perusahaan. Konflik dapat muncul akibat kurangnya keterbukaan informasi, kekhawatiran
karyawan terhadap perubahan pekerjaan, serta perbedaan kepentingan antara manajemen dan pekerja. Pada tahun 2025, CEO Boeing, Kelly Ortberg, juga menekankan pentingnya keterbukaan komunikasi dan kerja sama antarbagian untuk membangun kembali kepercayaan organisasi (Boeing, 2025). Berdasarkan konsep komunikasi, konflik, dan negosiasi dalam BMP Perilaku Organisasi Modul 6 (Sobirin, 2026), komunikasi dua arah diperlukan agar setiap pihak dapat memahami kepentingan dan permasalahan yang dihadapi. Oleh karena itu, Boeing perlu memperbanyak forum diskusi antara manajemen dan karyawan, menyediakan saluran pengaduan yang aman, serta menyampaikan perkembangan perubahan secara terbuka. Dalam menyelesaikan konflik, pendekatan negosiasi integratif atau solusi saling menguntungkan lebih tepat digunakan. Misalnya, ketika muncul perbedaan pendapat mengenai target produksi, manajemen dan karyawan perlu menyepakati target yang realistis tanpa mengurangi standar keselamatan. Dengan cara tersebut, konflik dapat diselesaikan melalui kerja sama, bukan tekanan sepihak. SOAL 2 Gaya kepemimpinan yang paling tepat diterapkan CEO Boeing adalah kepemimpinan transformasional yang dipadukan dengan pendekatan partisipatif . Kepemimpinan transformasional diperlukan karena Boeing tidak hanya membutuhkan perbaikan proses produksi, tetapi juga perubahan cara berpikir dan perilaku karyawan. Pemimpin harus mampu memberikan visi yang jelas, menjadi contoh dalam menjalankan standar keselamatan, serta membangkitkan kembali semangat kerja dan kepercayaan karyawan terhadap perusahaan. Dalam BMP Perilaku Organisasi Modul 7, Sobirin (2026) membahas bagaimana kepemimpinan dan kekuasaan memengaruhi perilaku anggota organisasi. Pada kasus Boeing, CEO sebaiknya mengutamakan kekuasaan keahlian dan kekuasaan keteladanan, yaitu memengaruhi karyawan melalui kompetensi, integritas, dan perilaku yang dapat dipercaya. Kekuasaan formal tetap diperlukan untuk menetapkan aturan keselamatan dan memberikan tindakan terhadap pelanggaran, tetapi tidak seharusnya digunakan untuk membungkam kritik. Sebagai contoh, CEO dapat melibatkan teknisi dan insinyur dalam menentukan langkah perbaikan kualitas produksi serta memberikan penghargaan kepada karyawan yang menemukan risiko keselamatan. Pendekatan ini dapat meningkatkan rasa dihargai, komitmen, dan kepercayaan karyawan terhadap perubahan organisasi. SOAL 3 Struktur organisasi memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan transformasi Boeing karena perusahaan menjalankan kegiatan yang kompleks dan melibatkan banyak bagian. Apabila koordinasi antarunit kurang baik dan proses pengambilan keputusan terlalu berjenjang, penyelesaian masalah produksi dapat menjadi lambat. Selain itu, budaya kerja yang terlalu menekankan pencapaian target produksi berisiko menyebabkan persoalan keselamatan dan
kualitas kurang mendapatkan perhatian. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan struktur organisasi perlu diikuti dengan perubahan nilai dan kebiasaan kerja. Menurut Sobirin (2026) dalam BMP Modul 8, struktur dan budaya organisasi merupakan unsur yang memengaruhi perilaku serta hubungan kerja dalam organisasi. Sejalan dengan itu, Sutrisno (2018) menjelaskan bahwa budaya organisasi berperan dalam membentuk sikap dan perilaku anggota organisasi. Oleh karena itu, Boeing perlu memperjelas tanggung jawab setiap bagian, memperkuat koordinasi antara tim produksi dan pengendalian kualitas, serta memberikan kewenangan kepada petugas yang kompeten untuk menghentikan pekerjaan apabila ditemukan risiko keselamatan. Perusahaan juga perlu membangun budaya keselamatan yang terbuka, sehingga karyawan berani melaporkan kesalahan tanpa takut mendapat perlakuan tidak adil. Keberhasilan perubahan dapat dinilai melalui penurunan cacat produksi, penyelesaian laporan keselamatan, serta meningkatnya kepercayaan karyawan. SOAL 4 Perbedaan budaya masyarakat dan budaya lintas negara dapat memengaruhi keberhasilan transformasi Boeing, terutama dalam hal komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan. Karyawan maupun mitra bisnis yang berasal dari negara berbeda dapat memiliki kebiasaan kerja dan pandangan terhadap wewenang yang tidak sama. Sebagai contoh, dalam budaya kerja yang menjunjung hierarki, karyawan mungkin lebih berhati-hati menyampaikan kritik kepada atasan. Sebaliknya, pada budaya yang lebih terbuka, karyawan cenderung lebih terbiasa menyampaikan pendapat secara langsung. Apabila perbedaan tersebut tidak dipahami, komunikasi dapat terganggu dan kerja sama menjadi kurang efektif. Namun, karakter setiap individu tetap perlu diperhatikan karena tidak semua orang dari negara yang sama memiliki perilaku serupa. Berdasarkan pembahasan perilaku organisasi lintas budaya dalam BMP Modul 9 (Sobirin, 2026), pemahaman terhadap perbedaan budaya diperlukan agar organisasi mampu membangun kerja sama secara efektif. Boeing sebaiknya menerapkan manajemen lintas budaya melalui pelatihan komunikasi antarbudaya, penggunaan bahasa kerja yang jelas, serta pembentukan tim yang melibatkan karyawan dari berbagai negara. Perusahaan juga harus menetapkan standar keselamatan dan kualitas yang sama bagi seluruh unit bisnis dan mitra internasional, tetapi tetap menghargai perbedaan cara berkomunikasi dan kebiasaan kerja setempat. Dengan pendekatan tersebut, perbedaan budaya dapat menjadi kekuatan dalam menghasilkan gagasan baru, mempererat kerja sama global, dan mendukung keberhasilan transformasi organisasi secara berkelanjutan. SUMBER  Boeing. (2025, 24 April). 2025 address to shareholders . The Boeing Company. https://www.boeing.com/media/speeches/2025-address-to-shareholders  Sobirin, A. (2026). Perilaku organisasi (Edisi 1, EMBS4207, Modul 6–9). Universitas Terbuka.
 Sutrisno, E. (2018). Budaya organisasi (Cetakan ke-5). Prenadamedia Group.  Wibowo. (2016). Perilaku dalam organisasi (Edisi 2). Rajawali Pers.

TUGAS 3 AUDIT FORENSIK

0 UNIVERSITAS TERBUKA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS Program Studi Akuntansi Keuangan Publik RENCANA TUGAS MAHASISWA KE: 3 Kode Mata Kuliah EPFA4336 Nama Mata…

Kategori
TUGAS TUTON
Kode dokumen
J21-C7D1BF7B

TUGAS 3 – PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN

TUGAS 3 – PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN POLITIK DALAM PANDANGAN IMAN KRISTEN Shalom mahasiswa/i Universitas Terbuka, Pada sesi ketujuh ini Anda diminta mengerjakan…

Kategori
TUGAS TUTON
Kode dokumen
J21-90BDBBE7

TUGAS 3 Teknologi Kinerja

TUGAS TUTORIAL Mata kuliah: SPTP4407/Teknologi Kinerja Program Studi: S-1 Teknologi Pendidikan Tugas ke: 3 (Tiga) Petunjuk: Kerjakanlah tugas berikut dalam…

Kategori
TUGAS TUTON
Kode dokumen
J21-630DF399

TUGAS 3 SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN ORGANISASI

TUGAS KE 3 PROGRAM STUDI AKUNTANSI Nama Kursus: Sistem Pengendalian Manajemen Kode Kursus: EPFA4328 Jumlah SKS: 3 (Tiga) SKS Nama Pengembang: Yudhi Prasetiyo…

Kategori
TUGAS TUTON
Kode dokumen
J21-278D4874