TUGAS 2 SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
SOAL TUGAS TUTORIAL KE-2 PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI UNIVERSITAS TERBUKA Nama Mata Kuliah: Sistem Informasi Akuntansi Kode Mata Kuliah: EACC4207 Jumlah sks: 3…
- Kategori
- TUGAS TUTON
- Kode dokumen
- J21-FCC212B8
- Format
- DOCX
- Jumlah halaman
- 5
- Tahun
- 2026
Isi dokumen
SOAL TUGAS TUTORIAL KE-2 PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI UNIVERSITAS TERBUKA Nama Mata Kuliah: Sistem Informasi Akuntansi Kode Mata Kuliah: EACC4207 Jumlah sks: 3 sks Nama Pengembang: Rini Subekti, S. E., M. Sc. Nama Penelaah: Novta Winkey Pradana S. Ak, M. Acc Tugas: Tugas Tutorial ke-2 PETUNJUK PENGERJAAN
1. Bacalah setiap kasus dengan saksama sebelum menjawab pertanyaan.
2. Jawaban harus berupa hasil analisis Anda sendiri dengan mengaitkan fakta pada kasus dan konsep/teori Sistem Informasi Akuntansi yang relevan, bukan sekadar definisi atau kutipan buku.
3. Setiap jawaban wajib disertai argumentasi/alasan (bukan hanya menyebutkan poin) dan, jika relevan, dikaitkan langsung dengan data atau peristiwa yang disebutkan dalam kasus.
4. Gunakan bahasa Anda sendiri; hindari menyalin ulang kalimat dari sumber referensi.
5. Jawaban ditulis maksimal 2–3 halaman per nomor, diketik rapi, dan dikumpulkan sesuai batas waktu yang ditentukan tutor. Soal Nomor 1 (Skor Maksimal: 35) Kasus: Proses Penjualan dan Penagihan pada PT Enseval Putera Megatrading Tbk. PT Enseval Putera Megatrading Tbk (Enseval) adalah anak usaha Kalbe Farma yang merupakan distributor produk farmasi, alat kesehatan, dan barang konsumen terbesar di Indonesia, dengan puluhan ribu pelanggan berupa apotek, rumah sakit, toko obat, dan toko modern yang tersebar dari Banda Aceh hingga Jayapura. Untuk mempermudah pelanggan, Enseval mengembangkan Enseval Mobile Order System (EMOS), platform B2B yang memungkinkan apotek dan rumah sakit mengirimkan pesanan (order) obat secara online kapan saja. Setiap pesanan yang masuk melalui EMOS maupun melalui salesman terlebih dahulu diperiksa oleh bagian administrasi penjualan: apakah pelanggan tersebut masih memiliki tunggakan piutang yang telah jatuh tempo dan belum dilunasi. Apabila pelanggan dinyatakan layak (kredit disetujui), pesanan kemudian dientri ke sistem sambil sistem memeriksa ketersediaan stok obat di pusat distribusi regional (Jakarta, Cikarang, atau Surabaya) atau di gudang cabang terdekat. Setelah stok dipastikan tersedia dan seluruh syarat terpenuhi, petugas gudang menyiapkan barang sesuai pesanan dan menerbitkan ship list yang
mencantumkan nama serta jumlah barang. Sebelum barang dikirim menggunakan armada distribusi milik Enseval, dilakukan pencocokan akhir antara fisik barang dengan ship list, termasuk pemeriksaan nama obat, jumlah, kemasan, serta tanggal kedaluwarsa. Setelah barang diterima oleh apotek atau rumah sakit dan mereka menandatangani bukti penerimaan, bagian administrasi menerbitkan faktur penagihan. Pelanggan kemudian diminta mentransfer pembayaran ke rekening bank yang telah ditunjuk perusahaan, dan setelah dana diterima, bank akan mengonfirmasi penerimaan pembayaran tersebut kepada Enseval sehingga piutang pelanggan dapat dinyatakan lunas. a. Identifikasi dan susunlah secara urut seluruh aktivitas siklus pendapatan yang terjadi pada kasus PT Enseval di atas, mulai dari pesanan pelanggan hingga pelunasan piutang. Kaitkan setiap aktivitas yang Anda sebutkan dengan bagian/fungsi organisasi yang melaksanakannya dalam kasus tersebut. b. Analisislah: mengapa verifikasi status kredit pelanggan (piutang yang belum lunas) harus dilakukan sebelum pesanan diproses lebih lanjut ke tahap pengecekan stok dan pengiriman? Apa risiko yang dapat timbul bagi Enseval apabila tahap ini dilewati? c. Analisislah peran ship list dan proses verifikasi akhir sebelum pengiriman pada kasus di atas dalam mendukung keandalan (reliability) siklus pendapatan Enseval. Kaitkan jawaban Anda dengan kemungkinan kesalahan yang dapat dicegah oleh kedua aktivitas tersebut. Soal Nomor 2 (Skor Maksimal: 35) Kasus: Suap Pengadaan Mesin Pesawat Rolls-Royce di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Antara tahun 2005–2014, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melakukan pengadaan sejumlah mesin pesawat Airbus A330-300 tipe Rolls-Royce Trent 700, termasuk paket perawatan menyeluruh (Total Care Program). Belakangan terungkap bahwa Direktur Utama Garuda saat itu, Emirsyah Satar, menerima suap senilai sekitar Rp41–46 miliar dalam bentuk uang tunai dan barang dari pihak Rolls-Royce, yang diberikan melalui perantara Soetikno Soedarjo (Direktur PT Mugi Rekso Abadi). Berdasarkan penyidikan KPK, suap tersebut diberikan agar Rolls-Royce dipilih dan dimenangkan dalam pengadaan mesin pesawat Garuda, termasuk dengan cara memengaruhi keputusan penggantian pejabat teknis internal Garuda yang dianggap kurang mendukung Rolls-Royce. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi akhirnya memvonis Emirsyah Satar delapan tahun penjara karena terbukti menerima suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat di Garuda Indonesia, tidak hanya dari Rolls-Royce tetapi juga dari pemasok lain seperti Airbus dan ATR. a. Berdasarkan kasus PT Garuda Indonesia di atas, identifikasi dan analisislah risiko/ancaman apa saja dalam siklus pengeluaran yang benar-benar terjadi pada kasus tersebut. Jelaskan bukti/keterkaitan dari kasus untuk setiap risiko yang Anda sebutkan.
b. Untuk setiap risiko yang Anda identifikasi pada poin (a), analisislah pengendalian apa yang seharusnya diterapkan Garuda Indonesia agar risiko tersebut dapat dicegah atau dideteksi lebih dini. c. Menurut analisis Anda, mengapa pemisahan fungsi dan larangan bagi petugas pengadaan untuk menerima segala bentuk gratifikasi dari pemasok merupakan pengendalian kunci untuk mencegah risiko sejenis kasus Garuda Indonesia ini terulang di perusahaan lain? Soal Nomor 3 (Skor Maksimal: 15) Kasus: Penerapan Sistem Just In Time (JIT) pada PT Astra Honda Motor PT Astra Honda Motor (AHM), produsen sepeda motor terbesar di Indonesia, telah menerapkan sistem Just In Time (JIT) sejak tahun 1980-an untuk mengelola persediaan komponen produksinya. Melalui JIT yang didukung sistem ERP terintegrasi, AHM mengatur agar bahan baku dan komponen dari pemasok tiba tepat waktu di lini produksi sesuai kebutuhan—tidak lebih awal dan tidak terlambat—sehingga perusahaan tidak perlu menyimpan persediaan dalam jumlah besar di gudang. Setiap kali pemesanan komponen dilakukan secara daring ke pemasok, sistem ERP AHM otomatis menghitung kebutuhan persediaan berdasarkan jadwal produksi aktual, kemudian pemasok mengirimkan komponen sesuai jumlah dan waktu yang dibutuhkan, dilengkapi dokumen pengiriman yang mencantumkan nama pemasok, jenis komponen, jumlah, serta jam pengiriman. Penerapan JIT ini terbukti membantu AHM meminimalkan biaya penyimpanan, mengurangi risiko kerusakan/keusangan komponen, mempersingkat waktu siklus produksi hingga mampu merakit satu unit sepeda motor hanya dalam hitungan menit, serta mendorong pengendalian kualitas yang lebih ketat di setiap tahap produksi. a. Analisislah mengapa PT Astra Honda Motor memilih menerapkan pendekatan Just In Time (JIT) dibandingkan pendekatan pengendalian persediaan tradisional yang menyimpan stok dalam jumlah besar. Kaitkan jawaban Anda dengan karakteristik bisnis AHM sebagai produsen sepeda motor bervolume tinggi. b. Bandingkan secara analitis konsep JIT yang diterapkan AHM pada kasus di atas dengan konsep Material Requirements Planning (MRP). Menurut analisis Anda, apakah penjadwalan produksi berbasis ERP yang dilakukan AHM juga mengandung unsur pendekatan MRP? Jelaskan alasannya. Soal Nomor 4 (Skor Maksimal: 15) Kasus: Ketidaksesuaian Isi Paket Bantuan Sosial Sembako COVID-19 Kementerian Sosial Pada tahun 2020, Kementerian Sosial RI menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako senilai Rp300.000 per paket kepada keluarga penerima manfaat terdampak pandemi COVID-19 di wilayah Jabodetabek, dengan total anggaran mencapai triliunan rupiah dari
ratusan perusahaan penyedia (vendor). Belakangan, KPK menetapkan Menteri Sosial Juliari Batubara beserta dua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sebagai tersangka korupsi karena terbukti menerima commitment fee sebesar Rp10.000 dari setiap paket sembako yang diserahkan vendor, dengan total suap mencapai puluhan miliar rupiah. Sejalan dengan praktik tersebut, muncul banyak keluhan masyarakat bahwa paket sembako yang diterima tidak sesuai dengan daftar isi yang tercantum pada kemasan. Survei sebuah lembaga pemantau anggaran menemukan bahwa dari ribuan responden penerima bansos, mayoritas melaporkan isi paket lebih sedikit dari yang dijanjikan—misalnya hanya menerima beras 5 kg padahal seharusnya 10 kg, atau minyak goreng 1 liter padahal seharusnya 2 liter. Bahkan ada laporan bahan pangan yang diterima dalam kondisi tidak layak, seperti beras berkutu. Kementerian Sosial menyatakan telah melakukan random check kualitas di lapangan, namun kasus ini menunjukkan lemahnya proses pengecekan barang sebelum diterima dan didistribusikan kepada penerima manfaat. a. Berdasarkan kasus di atas, analisislah dua keputusan penting yang seharusnya diambil oleh fungsi penerimaan barang sebelum menerima paket sembako dari vendor. Jelaskan mengapa kedua keputusan tersebut penting dan kaitkan dengan fakta pada kasus mengenai isi paket yang tidak sesuai. b. Analisislah dampak yang timbul karena verifikasi jumlah dan kualitas barang yang dikirim vendor tidak dijalankan secara konsisten dan independen pada kasus bansos di atas, baik dari sisi kerugian keuangan negara maupun dari sisi masyarakat penerima manfaat. — Selamat mengerjakan — JAWABAN JAWABAN NOMOR 1 Kasus: Proses Penjualan dan Penagihan pada PT Enseval Putera Megatrading Tbk. a. Identifikasi dan urutan aktivitas siklus pendapatan beserta fungsi organisasi Berdasarkan kasus PT Enseval Putera Megatrading Tbk, siklus pendapatan merupakan rangkaian kegiatan yang dimulai dari penerimaan pesanan pelanggan sampai perusahaan menerima pembayaran dan mencatat pelunasan piutang. Proses ini melibatkan beberapa bagian
Referensi terkait
TUGAS 2 TEORI KOMUNIKASI
TUGAS 2 - TEORI KOMUNIKASI Kelompok yang baik adalah kelompok yang mampu bertahan dalam waktru relatif panjang, memiliki tujuan dan ada struktur interaksi.
- Kategori
- TUGAS TUTON
- Kode dokumen
- J21-5892A2D6
TUGAS 2 TEORI PEMBUATAN KEPUTUSAN
Ia ingin meningkatkan penjualannya dengan memilih dua alternatif strategi pemasaran.
- Kategori
- TUGAS TUTON
- Kode dokumen
- J21-060396D1
TUGAS 2 TEORI AKUNTANSI
TUGAS TUTORIAL KE-2 PROGRAM STUDI AKUNTANSI Nama Mata Kuliah: Teori Akuntansi Kode Mata Kuliah: EACC4421 Jumlah sks: 3 sks Nama Pengembang: Agung Joni Saputra…
- Kategori
- TUGAS TUTON
- Kode dokumen
- J21-D300F981
TUGAS 2 TEORI PORTOFOLIO DAN ANALISIS INVESTASI EACC4209
PT Abadi menerbitkan obligasi tanpa kupon ( zero coupon bond ) yang memiliki jangka waktu jatuh tempo selama 5 tahun.
- Kategori
- TUGAS TUTON
- Kode dokumen
- J21-3EF38CDD