TUGAS 1 SISTEM INFORMASI AKUNTANSI EACC4207

SOAL TUGAS TUTORIAL KE-1 PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS TERBUKA Nama Mata Kuliah: Sistem Informasi Akuntansi Kode Mata…

Kategori
TUGAS TUTON
Kode dokumen
J21-558EF47B
Format
DOCX
Jumlah halaman
4
Tahun
2026

Isi dokumen

SOAL TUGAS TUTORIAL KE-1 PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS TERBUKA Nama Mata Kuliah: Sistem Informasi Akuntansi Kode Mata Kuliah: EACC4207 Jumlah sks: 3 sks Nama Pengembang: Rini Subekti, S. E., M. Sc. Nama Penelaah: Novta Winkey Pradana S. Ak, M. Acc Tugas: Tugas Tutorial ke-1 PETUNJUK PENGERJAAN

1. Bacalah setiap kasus dengan saksama sebelum menjawab pertanyaan.

2. Jawaban harus berupa hasil analisis Anda sendiri dengan mengaitkan fakta pada kasus dan konsep/teori Sistem Informasi Akuntansi yang relevan, bukan sekadar definisi atau kutipan buku.

3. Setiap jawaban wajib disertai argumentasi/alasan (bukan hanya menyebutkan poin) dan, jika relevan, dikaitkan langsung dengan data atau peristiwa yang disebutkan dalam kasus.

4. Kutip/gunakan bahasa Anda sendiri; hindari menyalin ulang kalimat dari sumber referensi.

5. Jawaban ditulis maksimal 2–3 halaman per nomor, diketik/ditulis tangan dengan rapi, dan dikumpulkan sesuai batas waktu yang ditentukan tutor. Soal Nomor 1 (Skor Maksimal: 35) Kasus: Transformasi Sistem Tiket PT Kereta Api Indonesia (Persero) Sebelum tahun 2011, PT Kereta Api Indonesia (Persero)/PT KAI menjual tiket kereta secara manual melalui loket stasiun dan agen. Sistem ini menimbulkan berbagai persoalan: calon penumpang harus mengantre sejak dini hari, informasi ketersediaan kursi antarstasiun tidak terintegrasi sehingga rawan terjadi tiket ganda (double seat), dan yang paling meresahkan publik adalah maraknya praktik percaloan—calo memborong belasan hingga puluhan tiket pada jam-jam awal penjualan sehingga penumpang reguler kehabisan tiket. Keluhan pelanggan mengenai keterlambatan informasi jadwal dan minimnya transparansi harga juga kerap muncul di media massa pada masa itu. Untuk mengatasi masalah tersebut, PT KAI bekerja sama dengan PT Telkom membangun Rail Ticketing System (RTS), sebuah sistem informasi terintegrasi yang mendukung reservasi tiket secara online, pembayaran melalui ATM/internet banking/minimarket, pemilihan kursi oleh penumpang, serta pemesanan hingga 90 hari sebelum keberangkatan. Sistem baru ini juga menyimpan data pegawai, data keuangan, dan manifes penumpang dalam satu basis data perusahaan. Migrasi ke RTS ditargetkan berjalan penuh mulai awal tahun 2012, dan sistem ini
terus dikembangkan hingga kini terintegrasi dalam aplikasi KAI Access. a. Identifikasi dan analisislah permasalahan yang dihadapi PT KAI sebelum penerapan RTS, kemudian kaitkan setiap permasalahan tersebut dengan urgensi/manfaat sistem informasi bagi perusahaan (minimal 4 aspek urgensi sistem informasi). b. Analisislah bagaimana penerapan RTS oleh PT KAI merepresentasikan pemenuhan keempat aspek urgensi sistem informasi tersebut. Berikan bukti/keterkaitan langsung antara fitur RTS dan aspek urgensi yang bersangkutan. c. Menurut analisis Anda, apa risiko yang mungkin masih dihadapi PT KAI apabila salah satu dari keempat aspek urgensi sistem informasi tersebut tidak terpenuhi dengan baik, meskipun sistem sudah terkomputerisasi? Soal Nomor 2 (Skor Maksimal: 40) Kasus: Pengembangan Aplikasi Gojek melalui Pendekatan Bertahap (2010–2015) Pada tahun 2010, Nadiem Makarim mendirikan Gojek bukan dalam bentuk aplikasi, melainkan sebagai layanan pemesanan ojek melalui call center dengan hanya 20 pengemudi di Jakarta. Pelanggan menelepon, kemudian operator menghubungkan mereka secara manual dengan pengemudi yang tersedia. Model bisnis ini digunakan Gojek untuk menguji apakah benar ada permintaan pasar terhadap layanan ojek yang dapat dipesan tanpa harus mendatangi pangkalan, sebelum perusahaan mengeluarkan investasi besar untuk membangun sebuah aplikasi penuh. Setelah model tersebut terbukti diminati selama beberapa tahun dan Gojek memperoleh pendanaan investor pada 2014, barulah pada 7 Januari 2015 Gojek meluncurkan aplikasi mobile berbasis Android dan i OS dengan empat layanan awal (Go Ride, Go Send, Go Shop, dan Go Food), dilengkapi fitur pelacakan lokasi pengemudi berbasis GPS dan tarif otomatis. Pendekatan bertahap ini—mulai dari model layanan sederhana, uji coba ke pengguna, hingga penyempurnaan sistem menjadi aplikasi yang utuh—memungkinkan Gojek memahami kebutuhan penggunanya sebelum mengembangkan sistem berskala penuh, dan pada akhirnya menjadi salah satu decacorn pertama di Indonesia. a. Analisislah apakah pendekatan yang ditempuh Gojek pada tahap 2010–2015 tersebut dapat dikategorikan sebagai penerapan teknik pengembangan sistem prototyping. Jelaskan alasan analisis Anda dengan mengaitkan tahapan pada kasus dengan konsep prototyping. b. Uraikan dan analisislah minimal empat kelebihan teknik prototyping yang tampak terwujud dalam kasus pengembangan Gojek tersebut, disertai bukti konkret dari kasus untuk masing-masing kelebihan. c. Menurut analisis Anda, apa risiko yang mungkin timbul apabila Gojek langsung membangun aplikasi berskala penuh pada tahun 2010 tanpa melalui tahap pengujian model layanan sederhana terlebih dahulu?
d. Bandingkan secara analitis: dalam kondisi seperti apa pendekatan prototyping seperti yang dilakukan Gojek lebih tepat digunakan dibandingkan pendekatan pengembangan sistem yang langsung merancang sistem akhir secara utuh (misalnya metode waterfall)? Soal Nomor 3 (Skor Maksimal: 20) Kasus: Manipulasi Laporan Keuangan PT Kimia Farma Tbk. (2001) Pada laporan keuangan tahun buku 2001, manajemen PT Kimia Farma (Persero) Tbk. melaporkan laba bersih sebesar Rp132 miliar yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Hans Tuanakotta & Mustofa. Kementerian BUMN dan Bapepam kemudian menilai angka laba tersebut terlalu besar dan mengandung unsur rekayasa. Setelah dilakukan audit ulang pada Oktober 2002, laporan keuangan tersebut disajikan kembali (restated) dengan laba bersih hanya sebesar Rp99,56 miliar—lebih rendah Rp32,6 miliar atau sekitar 24,7% dari angka yang dilaporkan semula. Kesalahan penyajian tersebut ditemukan pada beberapa unit usaha, antara lain berupa penggelembungan (overstated) nilai penjualan dan overstated nilai persediaan barang di beberapa unit logistik dan distribusi. Otoritas pasar modal menetapkan bahwa direksi lama PT Kimia Farma periode 1998–Juni 2002 terbukti melakukan praktik penggelembungan laporan keuangan, sementara KAP yang mengaudit dinilai lalai dalam menjalankan prosedur audit sehingga gagal mendeteksi rekayasa tersebut meskipun tidak terbukti terlibat sengaja. Kasus ini menjadi salah satu skandal akuntansi paling banyak dipelajari dalam sejarah pasar modal Indonesia. a. Analisislah komponen-komponen pengendalian internal menurut kerangka COSO (Lingkungan Pengendalian, Penilaian Risiko, Aktivitas Pengendalian, Pemantauan, serta Informasi dan Komunikasi). Dari kelima komponen tersebut, komponen mana saja yang menurut analisis Anda gagal berfungsi dalam kasus PT Kimia Farma di atas? Jelaskan keterkaitannya dengan fakta pada kasus untuk setiap komponen yang Anda pilih. b. Berdasarkan analisis Anda pada poin (a), rumuskan satu rekomendasi perbaikan pengendalian internal untuk masing-masing komponen COSO yang gagal tersebut agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang. — Selamat mengerjakan — JAWABAN SOAL 1 a. Permasalahan PT KAI sebelum RTS dan kaitannya dengan urgensi sistem informasi
Sebelum menggunakan Rail Ticketing System atau RTS, proses penjualan tiket PT KAI masih banyak dilakukan melalui loket dan agen secara manual. Dalam kasus disebutkan bahwa kondisi tersebut menimbulkan antrean panjang, informasi ketersediaan kursi yang belum terintegrasi, risiko double seat, praktik percaloan, keterlambatan informasi jadwal, serta kurangnya transparansi harga. Menurut saya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa PT KAI memang membutuhkan sistem informasi yang terintegrasi. Setidaknya terdapat empat aspek penting yang dapat dilihat. Pertama, meningkatkan efisiensi operasional. Sistem manual membuat pembelian tiket bergantung pada loket dan petugas. Penumpang harus datang langsung bahkan mengantre sejak

TUGAS 1 UKT MANAJEMEN

TUGAS 1 – UKT MANAJEMEN Manajemen Pemasaran Artikel Acuan Iklan Sebagai Faktor Pengganggu Kenyamanan Pengguna Media Daring Link Artikel…

Kategori
TUGAS TUTON
Kode dokumen
J21-B5142786

TUGAS 2 KEBIJAKAN PUBLIK

TUGAS 2 – KEBIJAKAN PUBLIK MATKUL KEBIJAKAN PUBLIK Tugas 1: Analisis Video Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi Pendidikan Petunjuk Umum: Jawab Soal Tugas…

Kategori
TUGAS TUTON
Kode dokumen
J21-E29B2F78

TUGAS 1 – ETIKA DAN HUKUM BISNIS

TUGAS 1 – ETIKA DAN HUKUM BISNIS Analisis Implementasi CSR pada Perusahaan di Indonesia: Tinjauan Etika dan Hukum Petunjuk Pengerjaan

Kategori
TUGAS TUTON
Kode dokumen
J21-4ABE7805

TUGAS 1 – BISNIS DIGITAL

TUGAS 1 – BISNIS DIGITAL Penipuan bank secara online adalah salah satu bentuk kejahatan siber yang semakin marak terjadi seiring dengan meningkatnya…

Kategori
TUGAS TUTON
Kode dokumen
J21-8A134C26