TUGAS 1 KEWIRAUSAHAAN DI ERA DIGITAL
KEBANGKITAN "TENUN SRI INDAH": MENGUBAH "BENANG KUSUT" MENJADI TENUN GLOBAL Rian (25 tahun), seorang lulusan desain produk, tiba-tiba harus pulang ke kampung…
- Kategori
- TUGAS TUTON
- Kode dokumen
- J21-27F54D90
- Format
- DOCX
- Jumlah halaman
- 3
- Tahun
- 2026
Isi dokumen
Kewirausahaan di Era Digital (MKDI4203) Rahman, M. Pd. KEBANGKITAN "TENUN SRI INDAH": MENGUBAH "BENANG KUSUT" MENJADI TENUN GLOBAL Rian (25 tahun), seorang lulusan desain produk, tiba-tiba harus pulang ke kampung halamannya di Flores, Nusa Tenggara Timur. Ayahnya wafat dan meninggalkan warisan usaha "Tenun Sri Indah", sebuah usaha keluarga yang menaungi 25 ibu-ibu pengrajin tenun ikat pewarna alami. Saat berganti generasi, Rian mendapati bisnis ini berada di titik nadir. Rian harus dihadapkan pada berbagai permasalahan yaitu: 1) Stok mati (Dead Stock), Gudang rumahnya penuh dengan ratusan lembar kain tenun siap pakai senilai ratusan juta rupiah yang tidak berputar selama 2 tahun terakhir. 2) Kelesuan pasar domestik, Pasar lokal dibanjiri oleh kain bermotif "print" mesin tiruan tenun dengan harga sepertiga dari tenun asli. Konsumen domestik sulit membedakan dan enggan membayar harga premium untuk tenun otentik. 3) Krisis regenerasi, dimana Ibu-ibu pengrajin mulai frustrasi karena upah mereka tersendat. Beberapa pengrajin muda memilih bermigrasi ke kota untuk menjadi buruh migran, mengancam punahnya motif langka khas daerah tersebut . Bagi wirausaha konvensional, kondisi ini adalah kebangkrutan yang tak terhindarkan. Namun Sebagai seorang sarjana yang ditempa pengalaman belajar di perguruan tinggi dan mengadopsi cara berpikir efektuasi justru kondisi berantakan ini adalah modal awal miliknya . Rian menyadari untuk keluar dari permasalahan tersebut dituntut untuk memiliki kreativitas untuk mengubah permasalahan menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk menemukan peluang-peluang baru. Rian tidak mencoba melawan arus pasar domestik yang hancur, ia justru melompat ke arah berbeda melihat peluang pasa global. Ada beberapa strategi yang dilakukan yaitu:
1. Mengubah "Stok Mati" Menjadi "Umpan Pasar", daripada membiarkan kain tenun lembaran menumpuk karena harganya yang mahal (sekitar Rp 1,5 juta sd Rp 3 juta per lembar), Rian melakukan dekonstruksi produk. Ia melihat kain-kain yang tidak laku itu bukan sebagai kegagalan penjualan, melainkan sebagai bahan baku gratis. Rian memotong kain-kain tersebut untuk dijadikan produk gaya hidup esensial ( lifestyle products ) yang sedang diminati pasar global namun membutuhkan volume kain lebih sediki seperti membuat Strap jam tangan pintar ( smartwatch ) premium, mengkreasi aksen kantong dan kerah pada kemeja berbahan linen organik dan membuat Tas laptop minimalis dengan proteksi benturan.
2. Mengubah "Biaya Tinggi Pewarna Alami" Menjadi "Nilai Jual Kemewahan" ( Premium Storytelling ). Di pasar domestik, proses pewarnaan alami yang memakan waktu berbulan- bulan (menggunakan daun tarum untuk biru dan akar mengkudu untuk merah) dianggap tidak efisien. Namun, Rian tahu bahwa di pasar mancanegara (seperti Jepang, Skandinavia, dan Eropa Barat), ada gerakan kuat bernama Slow Fashion dan Eco-Luxury . Rian mengubah narasi bisnisnya. Ia tidak lagi menjual "kain tenun", melainkan menjual "karya seni ramah lingkungan yang dapat dipakai ( wearable heritage art )". Setiap produk kini dilengkapi dengan QR Code yang jika dipindai akan menampilkan: Video ibu pengrajin yang menenun produk tersebut, Penjelasan filosofi motif yang dipakai (misal: Motif Gaja
yang melambangkan kehormatan), Sertifikasi bahwa 100% pewarna berasal dari tanaman sekitar tanpa limbah kimia berbahaya. Selain mengembangkan pola berpikir efektuasi Rian juga berusaha menemukan flow dalam mengembangkan usahanya. Tekanan meneruskan warisan keluarga rawan memicu kejenuhan dan kecemasan. Rian berhasil menemukan kondisi flow fokus mendalam yang menghasilkan energi positif melalui desain aktivitas kerja. Rian melakukan Ritual “Koneksi Akar Budaya” dengan melakukan tindakan nyata yaitu setiap hari Selasa dan Kamis, Rian menutup laptopnya. Ia pergi ke sanggar tenun, duduk di lantai bersama para tetua, mendengarkan senandung mereka saat menenun, dan mendokumentasikan prosesnya. Dampak psikologis positif yang diperoleh adalah Menciptakan Sense of Meaning (Keberartian). Rian merasa bisnis ini bukan cuma soal mencari uang, tapi misi menyelamatkan identitas budaya sukunya. Dua tahun berjalan, "Tenun Sri Indah" bertransformasi total. Kelesuan pasar domestik berhasil dilewati bukan dengan cara memotong harga, melainkan dengan menaikkan kelas produk ke pasar internasional yang tepat. Stok mati di gudang habis terjual dalam bentuk produk turunan kreatif. Ibu-ibu pengrajin kini mendapatkan upah yang layak dan adil, bahkan anak-anak muda di desa mulai kembali belajar menenun karena melihat profesi ini menjanjikan secara ekonomi dan dihormati di dunia internasional. Rian berhasil mengubah sekeranjang "lemon yang asam" menjadi "lemonade manis" berskala global, sambil menjaga jiwanya tetap tenang dan bahagia dalam lingkaran flow -nya. PERTANYAAN
1. Jelaskan konsep efektuasi (Efectuation) dan konsep flow yang dapat membangkitkan semangat wirausaha muda Rian mengubah permasalahan menjadi peluang bisnis yang berakhir dengan manis.
2. Jelaskan 2 prinsip utama dari efectuation yang diimplementasikan oleh Rian.
3. Jelaskan sampai sejaun mana keberhasilan Rian menemukan FLOW dapat membangkitkan semangat berbinisnya. JAWAB SOAL 1 Menurut saya, keberhasilan Rian membangkitkan kembali usaha Tenun Sri Indah sangat berkaitan dengan cara berpikir effectuation . Effectuation merupakan pendekatan kewirausahaan yang menekankan pemanfaatan sumber daya yang sudah dimiliki untuk menciptakan peluang, terutama ketika kondisi masa depan masih sulit diprediksi. Seorang wirausaha tidak harus menunggu keadaan menjadi ideal atau memiliki modal besar terlebih dahulu. Ia dapat memulai dari siapa dirinya, pengetahuan yang dimiliki, orang-orang yang dikenalnya, serta aset yang tersedia saat itu. BMP Kewirausahaan di Era Digital Universitas
Referensi terkait
TUGAS 1 UKT MANAJEMEN
TUGAS 1 – UKT MANAJEMEN Manajemen Pemasaran Artikel Acuan Iklan Sebagai Faktor Pengganggu Kenyamanan Pengguna Media Daring Link Artikel…
- Kategori
- TUGAS TUTON
- Kode dokumen
- J21-B5142786
TUGAS 2 KEBIJAKAN PUBLIK
TUGAS 2 – KEBIJAKAN PUBLIK MATKUL KEBIJAKAN PUBLIK Tugas 1: Analisis Video Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi Pendidikan Petunjuk Umum: Jawab Soal Tugas…
- Kategori
- TUGAS TUTON
- Kode dokumen
- J21-E29B2F78
TUGAS 1 â ETIKA DAN HUKUM BISNIS
TUGAS 1 – ETIKA DAN HUKUM BISNIS Analisis Implementasi CSR pada Perusahaan di Indonesia: Tinjauan Etika dan Hukum Petunjuk Pengerjaan
- Kategori
- TUGAS TUTON
- Kode dokumen
- J21-4ABE7805
TUGAS 1 â BISNIS DIGITAL
TUGAS 1 – BISNIS DIGITAL Penipuan bank secara online adalah salah satu bentuk kejahatan siber yang semakin marak terjadi seiring dengan meningkatnya…
- Kategori
- TUGAS TUTON
- Kode dokumen
- J21-8A134C26