TUGAS 1 INOVASI PEMBELAJARAN SPTP4406 2026.2
Pada 2 tahun terakhir ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai memperkenalkan pembelajaran Coding dan Kecerdasan Artifisial (AI)…
- Kategori
- TUGAS TUTON
- Kode dokumen
- J21-D9747585
- Format
- DOCX
- Jumlah halaman
- 4
- Tahun
- 2026
Isi dokumen
SPTP4406 Tugas Tutorial 1 Perhatikan kasus berikut ini! Pada 2 tahun terakhir ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai memperkenalkan pembelajaran Coding dan Kecerdasan Artifisial (AI) sebagai bagian dari upaya mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21. Kebijakan ini diberitakan oleh berbagai media nasional, antara lain (klik hyperlink): - Menpan.go.id: Kemendikdasmen Siapkan Pembelajaran Coding dan Kecerdasan Buatan untuk Siswa Sekolah Dasar - Kompas.com: Coding dan AI Masuk Kurikulum 2025, Bukan Sekadar Cetak Programmer - Antaranews: Mendikdasmen sampaikan pelatihan coding-AI siap libatkan Google Meskipun kebijakan tersebut mendapat respons positif, banyak sekolah menghadapi tantangan dalam implementasinya. Sebagian besar guru mengaku belum memiliki pengalaman mengintegrasikan coding maupun AI ke dalam pembelajaran. Di sisi lain, kemampuan digital peserta didik juga beragam. Ada siswa yang sudah terbiasa menggunakan berbagai aplikasi digital, namun ada pula yang masih memiliki keterbatasan akses perangkat maupun internet di rumah. Kepala SMP Negeri Merdeka Bangsa melihat kebijakan ini sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, hasil diskusi dengan guru menunjukkan beberapa kendala: Sebagian besar guru bukan berasal dari bidang Informatika. Guru masih ragu memilih strategi pembelajaran yang sesuai. Fasilitas TIK antarkelas belum merata. Belum ada program pelatihan yang secara khusus mempersiapkan guru menghadapi kebijakan tersebut.
Kepala sekolah kemudian meminta bantuan Anda sebagai Konsultan Inovasi Pembelajaran untuk merancang program yang dapat membantu guru mengimplementasikan kebijakan tersebut secara bertahap dan berkelanjutan. Meskipun kebijakan tersebut mendapat respons positif, banyak sekolah menghadapi tantangan dalam implementasinya. Sebagian besar guru mengaku belum memiliki pengalaman mengintegrasikan coding maupun AI ke dalam pembelajaran. Di sisi lain, kemampuan digital peserta didik juga beragam. Ada siswa yang sudah terbiasa menggunakan berbagai aplikasi digital, namun ada pula yang masih memiliki keterbatasan akses perangkat maupun internet di rumah. Kepala SMP Negeri Harapan Bangsa melihat kebijakan ini sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, hasil diskusi dengan guru menunjukkan beberapa kendala: Sebagian besar guru bukan berasal dari bidang Informatika. Guru masih ragu memilih strategi pembelajaran yang sesuai. Fasilitas TIK antarkelas belum merata. Belum ada program pelatihan yang secara khusus mempersiapkan guru menghadapi kebijakan tersebut. Kepala sekolah kemudian meminta bantuan Anda sebagai Konsultan Inovasi Pembelajaran untuk merancang program yang dapat membantu guru mengimplementasikan kebijakan tersebut secara bertahap dan berkelanjutan.
1. Merancang Program Pelatihan Guru Sebagai konsultan, susunlah rancangan program pelatihan yang paling tepat untuk membantu guru mempersiapkan implementasi pembelajaran Coding dan AI. a. Tentukan nama program pelatihan yang Anda rancang beserta tujuan utamanya. b. Jelaskan mengapa program tersebut merupakan solusi yang paling tepat, dengan mengaitkan: konsep inovasi pembelajaran; karakteristik inovasi menurut Rogers ( relative advantage, compatibility, complexity, trialability, dan observability ); keberagaman karakteristik peserta didik; fenomena digital divide . c. Susun empat sesi utama pelatihan yang memuat: tujuan setiap sesi; aktivitas pembelajaran; teknologi atau media yang digunakan; luaran yang diharapkan. d. Evaluasilah rancangan program Anda menggunakan lima karakteristik inovasi Rogers. Berikan argumentasi mengapa program tersebut berpeluang diadopsi oleh guru.
2. Analisis Kesiapan Implementasi (E- Readiness) Sebelum program dilaksanakan, sekolah perlu mengetahui tingkat kesiapannya. a. Analisis kesiapan sekolah berdasarkan enam kriteria e-readiness, yaitu: karakteristik peserta; fasilitas teknologi; manajemen sekolah;
proses pembelajaran; partisipasi peserta didik; kemampuan mengelola isu pembelajaran berbasis TIK. b. Rancang instrumen sederhana yang dapat digunakan untuk mengukur kesiapan guru sebelum mengikuti pelatihan. Jelaskan indikator yang akan diukur dan metode pengumpulan datanya. c. Berdasarkan hasil analisis tersebut, buatlah roadmap implementasi selama satu tahun yang berisi tahapan persiapan, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi agar program dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah. Aspek/kriteria yang dinilai Skor Mencantumkan referensi dari sumber yang kredibel 10 Merancang program pelatihan guru yang inovatif (nama program, tujuan, sesi pelatihan, aktivitas, media, dan luaran) 20 Memberikan argumentasi berdasarkan konsep inovasi pembelajaran, karakteristik inovasi Rogers, keberagaman peserta didik, dan digital divide 30 Menganalisis kesiapan sekolah berdasarkan enam kriteria e-readiness serta merancang instrumen asesmen kesiapan 20 Menyusun roadmap implementasi program yang realistis, berkelanjutan, dan sesuai dengan hasil analisis kesiapan 20 Total 100
RANCANGAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL DI SMP
1. Merancang Program Pelatihan Guru a. Nama Program Pelatihan dan Tujuan Utama Program yang saya rancang diberi nama “Program SIAP Koding-AI: Pelatihan Bertahap Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial yang Inklusif bagi Guru SMP.” Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kesiapan dan kemampuan guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran Koding dan KA secara sederhana, kontekstual, aman, serta sesuai dengan kondisi peserta didik dan fasilitas sekolah. Program tidak diarahkan untuk menjadikan semua guru sebagai programmer, melainkan membekali mereka dengan pemahaman berpikir komputasional, prinsip dasar KA, strategi pembelajaran, etika penggunaan teknologi, dan kemampuan memilih media yang sesuai dengan kondisi sekolah.
Referensi terkait
TUGAS 1 UKT MANAJEMEN
TUGAS 1 – UKT MANAJEMEN Manajemen Pemasaran Artikel Acuan Iklan Sebagai Faktor Pengganggu Kenyamanan Pengguna Media Daring Link Artikel…
- Kategori
- TUGAS TUTON
- Kode dokumen
- J21-B5142786
TUGAS 2 KEBIJAKAN PUBLIK
TUGAS 2 – KEBIJAKAN PUBLIK MATKUL KEBIJAKAN PUBLIK Tugas 1: Analisis Video Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi Pendidikan Petunjuk Umum: Jawab Soal Tugas…
- Kategori
- TUGAS TUTON
- Kode dokumen
- J21-E29B2F78
TUGAS 1 â ETIKA DAN HUKUM BISNIS
TUGAS 1 – ETIKA DAN HUKUM BISNIS Analisis Implementasi CSR pada Perusahaan di Indonesia: Tinjauan Etika dan Hukum Petunjuk Pengerjaan
- Kategori
- TUGAS TUTON
- Kode dokumen
- J21-4ABE7805
TUGAS 1 â BISNIS DIGITAL
TUGAS 1 – BISNIS DIGITAL Penipuan bank secara online adalah salah satu bentuk kejahatan siber yang semakin marak terjadi seiring dengan meningkatnya…
- Kategori
- TUGAS TUTON
- Kode dokumen
- J21-8A134C26