DISKUSI 8 – AKUNTANSI BIAYA

Riang Gembira adalah perusahaan yang memproduksi dua jenis produk komponen elektronik, yaitu produk standar (diproduksi dalam volume massal) dan produk kustom…

Kategori
DISKUSI UT
Kode dokumen
J21-F2DB4CE4
Format
DOCX
Jumlah halaman
2
Tahun
2026

Isi dokumen

DISKUSI 8 – AKUNTANSI BIAYA PT. Riang Gembira adalah perusahaan yang memproduksi dua jenis produk komponen elektronik, yaitu produk standar (diproduksi dalam volume massal) dan produk kustom (diproduksi dalam volume kecil berdasarkan pesanan khusus). Selama bertahun-tahun, perusahaan menggunakan sistem akuntansi kos konvensional (Traditional Costing) dengan membebankan Kos Overhead Pabrik (KOP) berdasarkan tarif tunggal tingkat pabrik dengan menggunakan basis Jam Kerja Langsung (JKL). Manajer pemasaran mengeluhkan bahwa produk standar yang diproduksi secara massal terasa semakin tidak kompetitif di pasar karena harganya dianggap terlalu mahal oleh konsumen. Sebaliknya, produk Kustom yang rumit dan membutuhkan banyak aktivitas penanganan khusus justru laku keras karena harga jualnya sangat murah, meskipun keuntungan total perusahaan secara keseluruhan terus menurun. Sementara Manajer Akuntansi Manajemen mencurigai adanya masalah distorsi biaya yang diakibatkan penggunaan basis tunggal konvensional tersebut. Ia mengusulkan perubahan sistem pengalokasian kos overhead menggunakan pendekatan Activity-Based Costing (ABC). Dari uraian di atas, analisislah pertanyaan berikut:

1. Mengapa sistem kos konvensional yang menggunakan basis volume tunggal (seperti Jam Kerja Langsung) dapat memicu terjadinya distorsi biaya (under-costing atau over-costing) pada perusahaan yang memproduksi produk heterogen seperti PT. Riang Gembira? Jelaskan dampak fenomena ini pada produk Standar dan produk Kustom!

2. Jelaskan perbedaan mendasar mengenai prosedur pengalokasian biaya antara Sistem Konvensional Prosedur Dua Tahap dengan Sistem Activity-Based Costing (ABC)!

3. Sebutkan minimal 3 keuntungan strategis yang akan diperoleh manajemen PT. Riang Gembira jika mereka memutuskan untuk beralih menggunakan sistem Activity-Based Costing (ABC)! JAWAB SOAL 1 Menurut saya, sistem kos konvensional dapat menyebabkan distorsi biaya karena seluruh Kos Overhead Pabrik (KOP) dibebankan menggunakan satu dasar alokasi, yaitu Jam Kerja Langsung (JKL). Padahal, setiap produk memiliki tingkat kerumitan dan kebutuhan aktivitas produksi yang berbeda. Akibatnya, biaya yang dibebankan belum tentu mencerminkan sumber daya yang sebenarnya digunakan oleh masing-masing produk.
Pada PT. Riang Gembira, produk standar yang diproduksi secara massal cenderung mengalami over-costing, yaitu pembebanan biaya yang terlalu tinggi dibandingkan biaya sebenarnya. Hal

DISKUSI 8 – PAJAK INTERNASIONAL

DISKUSI 8 – PAJAK INTERNASIONAL Indonesia menerapkan metode kredit pajak sebagai pendekatan utama dalam menghindari pajak berganda internasional.

Kategori
DISKUSI UT
Kode dokumen
J21-781FBBB4

DISKUSI 8 – PENGANTAR BISNIS 2

DISKUSI 8 – PENGANTAR BISNIS Soa l PT ABC adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan dan minuman.

Kategori
DISKUSI UT
Kode dokumen
J21-CEA90E40

DISKUSI 8 Hukum Perdata Internasional

Hukum Perdata Internasional Alexander Thomson adalah warga negara Inggris yang meninggal dunia dan memiliki harta warisan 400.000 Pounsterling.

Kategori
DISKUSI UT
Kode dokumen
J21-09934024

DISKUSI 8 – PSIKOLOGI INDUSTRI

DISKUSI 8 – PSIKOLOGI INDUSTRI Coba Anda amati lingkungan sekitar Anda dan berikan masukan mengenai penerapan kerekayasaan manusia dalam rangka meningkatkan…

Kategori
DISKUSI UT
Kode dokumen
J21-8ADA91A4