DISKUSI 6 – UKT AKUNTANSI

DISKUSI 6 – UKT AKUNTANSI 2 KASUS PT Naraya Komponen Digital adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi dua jenis perangkat elektronik, yaitu Controller…

Kategori
DISKUSI UT
Kode dokumen
J21-AE10136E
Format
DOCX
Jumlah halaman
2
Tahun
2026

Isi dokumen

DISKUSI 6 – UKT AKUNTANSI 2 KASUS PT Naraya Komponen Digital adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi dua jenis perangkat elektronik, yaitu Controller Basic dan Controller Premium. Selama ini, perusahaan mengalokasikan seluruh biaya overhead produksi hanya berdasarkan jam mesin. Dengan metode tersebut, Controller Premium terlihat sebagai produk unggulan karena memiliki selisih harga jual dan biaya produk yang lebih tinggi per unit. Pada tahun 2026, Divisi Akuntansi Biaya mulai mengevaluasi penggunaan Activity Based Costing (ABC) karena Controller Premium membutuhkan aktivitas setup mesin lebih banyak dibandingkan Controller Basic. Divisi Akuntansi Biaya menilai bahwa penggunaan jam mesin saja tidak cukup mencerminkan konsumsi aktivitas yang sebenarnya. Data produksi dan penjualan tahun 2026 adalah sebagai berikut. Data produksi dan penjualan tahun 2026 adalah sebagai berikut. Keterangan Controller Basic Controller Premium Jumlah produksi dan penjualan 4.000 unit 1.000 unit Harga jual per unit Rp250.000 Rp560.000 Biaya bahan baku langsung per unit Rp70.000 Rp120.000 Biaya tenaga kerja langsung per unit Rp30.000 Rp60.000 Total jam mesin 4.000 jam 2.000 jam Jumlah setup mesin 20 setup 80 setup Biaya overhead produksi tahun 2026 terdiri atas: Aktivitas Total Biaya Overhead Cost Driver Setup mesin Rp300.000.000 Jumlah setup Pemrosesan mesin Rp240.000.000 Jam mesin Total overhead produksi Rp540.000.000 PERTANYAAN DISKUSI

1. Hitung biaya produk per unit Controller Basic dan Controller Premium dengan metode tradisional berdasarkan jam mesin. Berdasarkan selisih harga jual dan biaya produk per unit, produk mana yang terlihat lebih menguntungkan?

2. Hitung biaya produk per unit Controller Basic dan Controller Premium dengan metode Activity Based Costing. Bandingkan hasilnya dengan metode tradisional.

3. Jelaskan apakah pemilihan cost driver dapat menimbulkan bias manajerial. Bagaimana seharusnya Divisi Akuntansi Biaya bersikap terhadap tekanan dari Direktur Pemasaran? KETENTUAN JAWABAN  Jawaban harus berdasarkan data dalam kasus.  Mahasiswa tidak boleh mengubah jumlah unit, harga jual, biaya bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung, total jam mesin, jumlah setup, atau total biaya overhead.
 Perhitungan harus ditulis secara sistematis.  Analisis harus menjelaskan hubungan antara aktivitas, cost driver, pembebanan overhead, dan dampaknya terhadap keputusan manajerial.  Jawaban harus memuat kesimpulan mengenai pentingnya objektivitas dalam penggunaan sistem ABC. JAWAB SOAL 1 Pada metode tradisional, seluruh biaya overhead PT Naraya Komponen Digital dibebankan berdasarkan jam mesin. Dengan demikian, tarif overhead dihitung dari total biaya overhead dibagi total jam mesin yang digunakan kedua produk. Total jam mesin = 4.000 + 2.000 = 6.000 jam. Tarif overhead = Rp540.000.000 ÷ 6.000 jam = Rp90.000 per jam mesin.

DISKUSI 6 – TEORI AKUNTANSI

DISKUSI 6 – TEORI AKUNTANSI Pengantar Teoretis: Teori Keagenan (diperkenalkan oleh Jensen & Meckling, 1976) memandang perusahaan sebagai sekumpulan kontrak…

Kategori
DISKUSI UT
Kode dokumen
J21-ABA05370

DISKUSI 6 – UKT MANAJEMEN

DISKUSI 6 – UKT MANAJEMEN Artikel Acuan Pengukuran Kinerja Keuangan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk dengan Pendekatan Rasio Likuiditas, Solvabilitas…

Kategori
DISKUSI UT
Kode dokumen
J21-4682FB13

DISKUSI 6 – STUDI KELAYAKAN BISNIS

DISKUSI 6 – STUDI KELAYAKAN BISNIS Pemerintah daerah sedang mengembangkan kawasan pemukiman baru yang jumlah penduduknya terus meningkat.

Kategori
DISKUSI UT
Kode dokumen
J21-B399D37F