DISKUSI 2 – KEWIRAUSAHAAN DI ERA DIGITAL
DISKUSI 2 – KEWIRAUSAHAAN DI ERA DIGITAL DISKUSI 2 (2026.2) STUDI KASUS: BATIK LUHUR Batik "Luhur" berawal dari sebuah bengkel kerja kecil di sebuah desa…
- Kategori
- DISKUSI UT
- Kode dokumen
- J21-36CA3CB2
- Format
- DOCX
- Jumlah halaman
- 2
- Tahun
- 2026
Isi dokumen
DISKUSI 2 – KEWIRAUSAHAAN DI ERA DIGITAL DISKUSI 2 (2026.2) STUDI KASUS: BATIK LUHUR Batik "Luhur" berawal dari sebuah bengkel kerja kecil di sebuah desa terpencil di Jawa Tengah. Pemiliknya, Ibu Ratna, mewarisi keahlian membatik dari neneknya. Batik "Luhur" didirikan oleh Ibu Ratna pada tahun 2020, kondisi bisnis mereka mencerminkan potret umum UKM di Indonesia yaitu: a) memproduksi kain batik tradisional dengan motif klasik yang dijual di pasar lokal dengan harga rendah. b) Memproduksi kain jarik batik tulis dan cap tradisional dengan motif klasik (Sogan, Parang) dimana proses produksi sangat bergantung pada cuaca untuk penjemuran dan dikerjakan oleh 12 pengrajin lansia di halaman rumah. c) Finansial: Omzet bulanan berkisar Rp 15.000.000 - Rp 25.000.000 dengan margin keuntungan tipis (sekitar 15%). Pencatatan keuangan masih tercampur dengan dompet pribadi. d) Pemasaran: Mengandalkan tengkulak lokal yang membeli borongan dengan harga rendah, atau titip jual (konsinyasi) di toko pusat oleh-oleh kabupaten. Kemudian, Ibu Ratna menyadari bahwa tanpa perubahan, warisan budaya ini akan punah ditelan zaman. Ibu Ratna menyadari bisnisnya akan mati jika terus mengandalkan tengkulak. Ia menetapkan visi besar bahwa Batik Luhur harus menjadi brand modest fashion premium di pasar internasional. Langkah Transformasi (Upskilling) Ibu Ratna memulai perjalanan "naik kelas" dengan melakukan riset pasar global. Ia menemukan bahwa pasar Eropa sangat menghargai produk berkelanjutan (sustainable) dan memiliki cerita di baliknya. Ibu Ratna kemudian melakukan beberapa langkah strategis: 1) Inovasi material, yaitu mengalihkan pewarna sintetis ke pewarna alami (indigo dan kulit kayu) untuk memenuhi standar lingkungan internasional. 2) Mengikuti pelatihan digital marketing dan membangun platform e-commerce sendiri. 3) Modernisasi desain menggabungkan motif tradisional dengan siluet pakaian modern (seperti: coat dan blazer) tanpa menghilangkan esensi lokalnya. Ada beberapa catatan penting yang bisa diceritakan mengenai ibu Ratna, dia tidak hanya melihat batik sebagai kain, tetapi sebagai identitas bangsa yang bisa menjadi tren fesyen global di masa depan. Bu Ratna menciptakan motif "Batik Arus" yang terinspirasi dari gejolak air sungai di desanya, yang ternyata sangat diminati pembeli di Jepang. Saat pengiriman pertama ke Paris ditolak karena kendala jamur akibat kelembapan tinggi, ia tidak menyerah. Ia meriset teknologi pengemasan vakum dan mencoba lagi hingga berhasil. Bu Ratna menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat pada perajinnya. Jika biasanya perajin bekerja tanpa target waktu, kini mereka memiliki jadwal produksi yang presisi untuk memenuhi pasar ekspor. Ibu Ratna menyadari bahwa banyak perajin tua yang mulai kehilangan penglihatan. Ia menyediakan fasilitas kesehatan mata dan memberikan pelatihan bagi anak muda di desanya agar regenerasi terus berjalan, sekaligus memberikan upah di atas rata-rata pasar, Hasil Akhir Setelah lima tahun, Batik "Luhur" kini rutin tampil di ajang fesyen internasional seperti Milan Fashion Week. Produknya terjual dengan harga sepuluh kali lipat dibandingkan saat ia masih berjualan di pasar lokal, dan ia berhasil memberdayakan lebih dari 150 warga desa. PERTANYAAN:
Perjalanan upskilling Bu Ratna dengan “batik Luhur” sukses masuk ke pasar manca tidak terlepas dari karakter ibu Ratna sebagai wirausaha tangguh. Saudara diminta menjelaskan karakter ibu Ratna yang mendukung sukses bisnisnya (hendaknya penjelasan diikuti aplikasi yang ads di kasus) JAWAB Menurut saya, keberhasilan Ibu Ratna dalam mengembangkan Batik Luhur tidak hanya berasal dari kemampuan membatik, tetapi juga didukung oleh karakter kewirausahaan yang kuat. Dalam BMP Kewirausahaan di Era Digital, seorang wirausaha perlu memiliki pola pikir kreatif dan inovatif serta mampu menyesuaikan usahanya dengan perkembangan lingkungan bisnis. Karakter tersebut terlihat jelas pada diri Ibu Ratna.
Referensi terkait
DISKUSI 8 – PAJAK INTERNASIONAL
DISKUSI 8 – PAJAK INTERNASIONAL Indonesia menerapkan metode kredit pajak sebagai pendekatan utama dalam menghindari pajak berganda internasional.
- Kategori
- DISKUSI UT
- Kode dokumen
- J21-781FBBB4
DISKUSI 8 – PENGANTAR BISNIS 2
DISKUSI 8 – PENGANTAR BISNIS Soa l PT ABC adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan dan minuman.
- Kategori
- DISKUSI UT
- Kode dokumen
- J21-CEA90E40
DISKUSI 8 Hukum Perdata Internasional
Hukum Perdata Internasional Alexander Thomson adalah warga negara Inggris yang meninggal dunia dan memiliki harta warisan 400.000 Pounsterling.
- Kategori
- DISKUSI UT
- Kode dokumen
- J21-09934024
DISKUSI 8 – PSIKOLOGI INDUSTRI
DISKUSI 8 – PSIKOLOGI INDUSTRI Coba Anda amati lingkungan sekitar Anda dan berikan masukan mengenai penerapan kerekayasaan manusia dalam rangka meningkatkan…
- Kategori
- DISKUSI UT
- Kode dokumen
- J21-8ADA91A4